penulis

Kami Hadir Didua Zaman

Bersyukurnya kita yang lahir ditahun 90an, dimana seni musik sampai pada puncaknya. Lagu yang enak didengar serta penampilan bukan segalanya melainkan suara adalah yang utama. Seni hidup waktu itu dan kitapun hidup dengan seni yang ada. 

Dangdut dan Shela on 7 adalah sountract hidup, dimanapun mendengarkan lagu zaman dulu berasa seperti kenangan yang  nampak didepan mata. Lenyap lagu, lenyap pula kenangan itu. 

Ya, bersyukurnya kita hidup zaman dimana melalui dua zaman. Era 90an kita tumbuh sebagai pemain kelereng, memancing, mencari kayu terbaik kemudian membuat gasing sendiri, sesekali juga ingat bagaimana curangnya bermain gambar yang dibolak balik, main polisi-polisian, berenang sampai sore, serta membantu orang tua di kebun. 

90an adalah waktu dimana hidup sederhana namun dinikmati oleh setiap orang, waktu dimana kearifan lokal begitu kentara. Sopan terhadap orang tua, takut berbicara dengan orang baru, sama guru tak mau mendahului, manisnya berteman, serta asiknya membatu orang tua. Mungkin waktu itu juga adalah zaman dimana nakal yang dihendaki oleh orang tua zaman sekarang,  Era 90an adalah generasi emasnya dunia, dimana tumbuh dengan melihat dua sisi dunia. Tempo dulu dan modernisasi.

Di Akui

Lama tak besua dengan status, sesekali menuntaskan apa yang Mark Zuckerberg tanyakan tentu bukan masalah. Ini tentang " apa yang kamu pikirikan" begitu kata facebook. 

Sedikit saja, sebenarnya ada orang-orang yang butuh di akui dengan melakukan berbagai pencitraan, sebagian lagi butuh diakui dengan melakukan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dilakukan. Sebagian lagi sibuk memamerkan, sebagian lagi terlalu sibuk mengejar gensi karena butuh diakui.  

Ada ?, tentu ada. Banyak malah. 

Begitulah, ada manusia yang butuh pengakuan, namun ada juga yang hanya butuh ketenangan dan kenyamanan. Namun, manusia yang butuh pengakuan adalah manusia yang butuh pujian dan popularitas. Tapi manusia yang butuh ketenangan dan kenyamanan adalah manusia yang bahagia. Namun, soal hati siapa yang tau, tapi orang-orang bisa menilai.

Menikahlah


"Mungkin kau senang dikejar, namun kau tak merasakan lelahnya mengejar. Aku takut kau terlalu senang berlari sampai kau lupa bahwa aku sudah berhenti jauh jauh hari". 

Diatas Intro saja, namun. Menikahlah. 

Ada yang sedikit jual mahal, buanglah. Kali saja menunggu mapan, tenanglah. Karena sesuatu sudah diatur sedemikian rupa.

Kembali Mengenang


"Sesuatu yang kita alami tempo dulu akan kita kenang dikemudian hari". Kira-kira begitulah qoute of ala kadarnya malam ini. Begitulah, sedikit banyak kadang memang betul kala kita mengingat atau menjumpai sesuatu yang serupa dalam waktu yang berbeda. Ah, waktu itu.

Ada baiknya saya bercerita tentang waktu kecil lewat gambar yang saya bidik ini.
Ini adalah kepompong. Tau, itu isinya ulat yang nantinya akan berubah menjadi kupu-kupu yang cantik lagi elok.

Dulu waktu saya kecil sering menggunakan ulat dalam bungkusan daun pisang itu untuk dijadikan umpan pancing, terbukti memang selain cacing ulat kepompong inilah yang menjadi menu favorit makanan ikan.

iIulah sejumput kenangan waktu silam ala tahun 90-an dan kini kembali mengingat saat pulang kampung.

Alah, kasihan ikan kena pancing.

Pulang Kampung.


Ma Pa, lebaran ini anakmu pulang. Selain melihatmu guna melepas rindu, kujuga bawa menantu yang kataku comel itu, tepat sebelum aku menikah dulu.
Kan kemarin saat aku menikah, mama dan bapak tak hadir. Waktu itu mama mengurus bapak yang sedang sakit. Kini waktu yang tepat, ala mudik melepas rindu akan orang tua sekaligus kampung halaman juga memperkenalkan istriku yang suaranya kau dengar lewat telpon itu.

"Apa kabar setia" kali menelepon yang kau tanyakan bagaimana kabar menantu bukan kabar anakmu, mungkin mama risau kalau anak orang tak bahagia hahahha.
Ah, percayalah bahwa aku mencintai ia sepenuh hati, segenap jiwa kata sang punjangga.
Guntung.

Bersamamu


"Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan mu, sementara kau selalu ingin bersamaku".
dan "Bagaimana mungkin aku tidak merindukan mu, sementara kau selalu mengingat ku".
dan pasti, aku selalu ingin bersamamu, merindukanmu, bercerita tentang waktu hingga akhir waktu ".

Asik Memang Berselancar di Wake Park Tapi Melelahkan Saya Bukan Pro

Sabtu, 05 Agustus 2017 saya bersama kawan-kawan yang terbingkai dalam salah satu team parawisata mengunjungi wake park, salah satu permainan berselancar yang di tarik menggunakan tali otomatis.

Banyak bule disini, saya juga bule tapi bule kampung saya sungai guntung. Ah, lihat mereka berselancar rasanya kok asik sekali, sekali kami yang coba baru ditarik sudah jatuh-jatuh hampir 6 kali coba belum termasuk trial training saya tak pernah berhasil. Alhasil akhirnya saya menyerah. Oh tuhan inikah cobaan, badan saya pegal semua serasa badan remuk dan tulang remuk semua.






Kacamata Baru Saya

Sebelumnya sudah pernah sih beli kacamata yang minus itu, karena mata saya memang agak buram, tapi habis itu kacamatanya hilang, jadi terpaksa beli lagi. Tapi ini beda merek, sebelumnya mengunakan brand diesel sekarang jeans, dah macam celana aja ya. Hehehe

Sebelumnya seperti ini :




Sekarang seperti ini, ini yang baru :




Tes Drive di Marina Circuit Batam

Sesekali tes permainan baru namanya Gokart di Marina Circuit Batam lokasinya di Marina City dekat dengan Hotel Harris Resort.

Lumayanlah nambah-nambah pengalaman baru, rasanya main ini kayak main f1 kayaknya sih, tapi kalau dilihat dan dicermati memang seperti itu. 

Awak waktu itu berpacu maklum jiwa muda akhirnya bangkit juga, coba gas full di tikungan tanpa ngerem eh hasilnya malah ngepot. 
Soal safety jangan ragu tak akan jungkir balik paling-paling kita tabrakan sama team yang lain. Itu saja.

Kali aja ada yang mau coba dulu simak ulasan lengkap saya di : Yuk Coba Gokart di Marina City Batam





[ Video] Janji Setiaku

Ceritanya waktu itu kami kepantai Tanjung Pinggir Sekupang Batam,. Ah kupikir tak ada salahnya membuat sebuah video momen dimana waktu-waktu awal kami menikah. Entah inikah yang dibilang So Sweet, sayepun tak taulah.

Jilbab Syar'i


Berjilban syar'i itu bukan tentang 
mau atau tidaknya kita
Bukan pula tengang lingkungan tak mendukung atau apa kata mereka
Bukan pula tunggu kita mampu
Atau ah nanti saja
Kala kita lewat remaja, atau nanti tua saja
Sekarangkan masih muda masih banyak waktu untuk foya-foya
Kan nanti kalau sudah waktunya kita akan berhijab kok gitu katanya
Atau, ada juga yang bilang nanti ajalah berjilbab. Kita masih belum pantas kita sifatnya tak sesuai dengan raga
Bukan....
Menggunakan jilbab yang syar'i itu tuntunan
Sebuah kewajiban
Ada pedomannya di Al-qur'an
Wajib dilakukan setiap wanita muslimah tanpa kecuali atau halangan.

Kau harus tau itu
Tak usah tunggu waktu
Tak perlu tunggu-tunggu
Karena mati tak di kasi tau
Saat hidup dan ada waktu
Itulah kesempatan yang terbaik untuk maju
Menjadi muslimah yang unggul, cantik cerdas dan pemalu
Karena jilbab bukan soal sifat tapi karena ia kewajiban.

Sajak


Pergi. Ada kalanya sebuah keputusan harus di ambil. Bukan menghindari atau tidak menyukai lagi. Tapi terlalu eronis untuk di pertahankan.

Terkadang yang diinginkan sebenarnya tak dibutuhkan, sedangkan yang dibutuhkan tak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yang terbaik.

*tulisan-tulisan diatas adalah status facebook saya pada tahun 2013. 


Kupikir....


Ku pikir Negeri ini saja yang lucu, ternyata hidupku lebih lucu. Kupikir hanya menonton flm saja bisa bersedih, ternyata terkadang hidupku lebih sedih. Saya pikir hidup ini seperti adengan drama dalam film komedi dan romantis, yah terkadang tertawa terkadang juga bersedih. Ah, kata bijak mengatakan " Hidup adalah drama dan saya adalah pemeran utama didalamnya ". Jadi, sayalah yang bertangung jawab sepenuhnya terhadap diri saya, bukan mereka atau kamu

Warna Buku Nikah Jangan Kebalik Ya Pegangnya....

Buku Nikah. Warna MERA itu untuk lelaki sementara HIJAU untuk perempuan, anda perlu tau itu. Saya tau kerena saya sudah menikah, tepat pada tanggal 18 Maret 2017 kemarin. BDW sekarang sudah bulan April, jadi saya sudah menikah sekitar 24 Hari semenjak artikel ini di publish. Ehem.

Saya kasi tau sekali lagi, buat lelaki buku nikahnya warna merah namun agak ke orange-orangean, sementara buku nikah untuk perempuan warnanya ijo=hijau, bisa dikatakan hijau toska tapi toskanya yang gelap.Soal isi, kedua buku sama, tak percaya chek saja setelah anda menikah.

Saya kurang tau apa arti warna dari buku nikah tersebut, entah memang asal buat, atau apalah pertimbangan dari kedua warna tersebut sehingga menjadi warna pada sampul buku nikah.  Namun, yang jelas saya menyukai apapun warna tersebut, karena dua warna yang melekat pada sampul sebagai pembungkus ikatan suci dalam sebuah undang-undang dan agama. Ah, itulah yang dikatakan ada AKU KAU dan KUA. Kita dapatin buku ini di KUA kan ?

Begitulah Seorang Suami


Sebuah kisah menarik yang saya baca di facebook. Entah kenapa, ada sesuatu yang terbersit di lintas kepala saya.

Bahwa, sebuah pernikahan tak selamanya berjalan mulus, entah seberapa romantisnyapun seseorang nanti akan terasa bosan juga, terlebih memang seperti saya yang memang tidak romantis. Mungkin bosan akan terasa cepat terasa di hatimu.

Namun...

Kau tau, tak ada suami yang menghendaki untuk menderita, bertengkar, atau bahkan membuatmu bosan dengan segala keadaan. Bahwa, disetiap hari yang kita lalui apapun yang aku lakukan adalah bukti bahwa cinta itu besar, entah kau mengetahui atau tidak, atau bahkan tak peduli, namun disanalah letak kasih sayang disetiap harinya.

***

Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.
Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.
Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.

“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.
Harapanku hancur mendengar jawabannya.
Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya......
“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca. “...
Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu. Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku... Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati...”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...
“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.

Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang...
Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya.

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu.

***

Merekam

Kata Pak Kyai, “badan kita itu terdiri dari dua unsur: jasmani dan ruhani. Jasad kita bisa hidup karena keberadaan Ruh, yang dahulu ditiupkan ke jasad kita ketika masih berada dalam kandungan ibu. Ruh-lah yang membuat jasad kita hidup. Ketika ruh meninggalkan jasad kita untuk menemui Sang Pencipta maka kita tidak bisa disebut sebagai makhluk hidup lagi.”

Dengan unsur jasmanilah maka kita (menjadi) terikat oleh ruang dan waktu di dunia ini. Menjalani detik demi detik hingga tahun berbilang. Di situlah kita menjalani hidup, menjalankan peran sebagai hamba Tuhan sekaligus khalifah-Nya, mengalami berbagai kejadian dari yang remeh-temeh hingga serius!.

Itulah hal yang mendasar, beberapa tulisan di facebook ini, juga blog coba untuk merekam kejadian-kejadian yang dialami oleh orang pertama. Mungkin bisa menjadi hikmah dan pelajaran. Jika tidak cukup menjadi kenangan-kenangan yang suatu saat akan di rindukan. Merekam.

Karunia Lita Setiani


Karunia Lita Setiani itu nama Istri Saya. Tepat pada tanggal 18 Maret 2017 kami resmi menjadi sepasang suami istri sah secara agama juga di akui oleh Negara Indonesia, Amien.

Sedikit bercerita juga harapan dengan nama Karunia Lita Setiani bisa menjadi sebuah anugrah yang terindah buat saya, ya, sesuai dengan namanya.

Karunia. Menurut KBBI KARUNIA adalah pemberian atau anugerah atau penganugrahan atau pemberian atau anugerah dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah. Lainnya Nama Karunia berarti Sejahtera yang berasal dari indonesia.

Terpatnya saya di anugrahi Tuhan sebagai pendamping hidup, sesosok yang indah, lebut dan maja menurut saya, saye suke die. yang katanya dia adalah tulang rusuk saya.

Lita. LITA itu punya beberapa arti dalam berbagai bahasa.
  • Lita dalam bahasa Latin, artinya Cantik dan baik hati.
  • Lita dalam bahasa Jawa, artinya Putri yang rupawan.
  • Lita dalam bahasa Indonesia, artinya Sumber kekuatan.
  • Lita dalam bahasa Spanyol, artinya (bentuk lain dari lolita) penuh dengan penderitaan.
  • Lita dalam bahasa Latin, artinya (bentuk lain dari leta) senang.
  • Lita dalam bahasa Sejarah, artinya Bentuk pendek dari nama seperti melita. 
Sepertinya sekilas memang mirip sama orangnya, cantik dan baik hati, rupawan, dia juga sumber kekuatan saya, namun tak berharap dia menderita dengan saya. Yang jelas dia hadir memberikan kesenangan, kalau postur ya agak pendek memang atau memang sayanya yang ketingian. 

Setia-ni : Memurut KBBI SETIA adalah berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat atau tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya). Sesuai dengan nama Setia, ini juga adalah pangilan pada keluarganya juga teman-teman, harapan setia adalah pendamping hidup saya yang selalu setia, selalu berpegang teguh pada janji-janji tuhan, kokoh pendiriannya, taat kepada suami dan selalu di berikan keteguhan hatinya. Setia celalu ya.
Kalau NI+nya bentuk terikat yang merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yang menyatakan milik , ah kamu itukan sudah milik sayakan hahahahha




Momen Bersama Keluarga

Saya dan keluarga dari pihak Istri, itu yang di jembatan Barelang ngapain ya, kok bapak sama ibuk mertua pada ngelitin hahahha. 





Aku. Mahligai Rumah Tangga Layaknya Umar


Ketika saya menjadi seorang suami. Ada beberapa hal yang terpikir dan ingin diterapkan dalam mengarungi mahligai rumah tangga saya. Yaitu sabar layaknya Umar.

Saya ingin menjadi penyabar Layaknya Umar

Syahdan, diceritakan seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab RA. Ia hendak mengadukan istrinya karena marah-marah kepadanya. Lelaki tersebut jengkel dan ingin mengadukan kelakuan istrinya kepada Amirul Mukminin.

Setiap kali datang ke rumah Amirul Mukminin, ia tidak pernah bertemu dengannya. Umar bin Khattab RA selalu telah pergi sebelum ia datang. Suatu ketika, laki-laki itu kemudian datang lagi ke rumah Umar bin Khattab RA. Sampai di depan rumah, ia tidak langsung mengetuk pintu. Umar justru berdiri di depan.

Lelaki itu pun tertegun sejenak. Secara tak sengaja, ia mendengar sang khalifah sedang dimarahi istrinya. Sang istri terdengar membesar-besarkan masalah yang remeh. Nada suara perempuan itu meninggi. Sang Amirul Mukminin cenderung pasif menghadapi kemarahan istrinya.

Lelaki itu kemudian berkata dalam hati, “Jika seorang Amirul Mukminin saja seperti itu, bagaimana denganku?” Ia kemudian berbalik hendak pergi. Umar bin Khattab keluar rumah dan melihat tamunya hendak pergi. Ia pun bertanya, “Apa keperluanmu?”

Laki-laki itu kemudian berbalik dan berkata, “Wahai, Amirul Mukminin, aku datang untuk mengadukan perangai buruk istriku dan sikapnya kepadaku. Tapi, aku mendengar hal yang sama pada istrimu,” kata lelaki itu.

Umar bin Khattab RA kemudian tersenyum. Dia pun mengisahkan kepada lelaki itu mengapa Umar yang keras begitu sabar menghadapi istrinya. “Wahai, saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku.”

Alih-alih menghardik istrinya, Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia. “Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Umar bin Khattab RA kemudian menasihati lelaki itu untuk bersikap sabar kepada istrinya karena istrinyalah yang membuat dia tenteram di sampingnya. “Karena istriku, aku merasa tenteram (untuk tidak berbuat dosa). Maka, aku harus mampu menahan diri terhadap perangainya.”

“Wahai, Amirul Mukminin, istriku juga demikian,” kata lelaki itu. Amirul Mukminin pun menjawab, “Maka, hendaknya engkau mampu menahan diri karena yakinlah hal tersebut hanya sebentar saja,” kata Amirul Mukminin.

Tanya istri, sejak  18 hari menikah setelah ijab kabul adakah saya marah, seingat saya tidak ada. Kalau jengkel ya pergi keluar sebentar, nanti masuk rumah baik lagi. Hehehe

Inspirasi Pemenang, Laba-Laba, Lebah dan Semut

Innallaha la yastahyii ay yadriba masalam maa badata fama fauqaha, fa ammal laziina aamanu faya’lamuuna aannahul haqqu mir rabbihim, wa ammal laziina kafaru fa ya quuluuna maazaa aradallaahu bi haazaa masalaa(n), yudillu bihii kasiiraw wayahdi bihi kasira(n), wa maa yudhillu bihi illal faasiqin(a).  (QS.2 :26)

Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak merasa malu memberi perumpamaan apa saja, seperti nyamuk atau yang lebih kecil lagi.

Adapun orang-orang yang beriman, mengetahui bahwa itulah suatu kebenaran dari Tuhan mereka.

Adapun orang-orang kafir akan berkata : “Apakah yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan ini?”.

Dengan perumpamaan ini banyak orang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan ini pula banyak orang yang diberi-Nya hidayah, dan Allah tidak membiarkan kesesatan dengan ini, melainkan orang-orang yang fasik (durhaka).

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Aali ‘Imraan, 3:190-191)

Sekarang marilah kita perhatikan 3 jenis binatang ciptaan Allah, yaitu, semut, laba-2, dan lebah.

Coba rusak jaring LABA-LABA dan dengan segera LABA - LABA akan membuatnya lagi.

Ambil madu LEBAH maka dengan cepat LEBAH akan membuat sarang yang baru.

Coba hancurkan rumah SEMUT, maka dalam sekejap SEMUT akan sibuk membangun sarangnya kembali.

LABA-LABA, LEBAH & SEMUT memberikan inspirasi kepada kita tentang bagaimana menghadapi KERASNYA KEHIDUPAN ini dengan satu tekad : PANTANG MENYERAH .

Jangan pernah menyerah jika sedang berusaha meraih impian. Tidak ada alasan untuk menyerah.

Orang GAGAL selalu mencari-cari ALASAN tapi orang SUKSES selalu mencari JALAN.

Kita boleh saja memiliki impian yg besar, tapi tanpa SEMANGAT, KERJA KERAS , KETABAHAN , TAHAN UJI dan PANTANG MENYERAH , maka IMPIAN itu hanyalah sebuah khayalan belaka.

Ketika putus asa, ragu, lelah, atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan IMPIAN yg ingin diraih.

Impian itu akan menjadi sumber inspirasi yg akan selalu menguatkan kita dan memberi MOTIVASI yang besar.

Hidup ini KERAS tetapi bukan berarti harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yg lain. Hadapilah dengan Tekad yg Keras.

Tetap semangat, berjuang, dan selalu bersyukur.

Sikap positif terhadap masalah membuat kita jadi seorang  Pemenang.
 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved